Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang sebenarnya LENGKAP!!

Anda baru mulai belajar akuntansi jasa? Jika saat ini anda baru memulai mempelajari pelajaran akuntansi dasar, maka perlu anda tahu, bahwa anda harus memahami siklus akuntansi perusahaan jasa dengan baik, Mengapa karena jika anda paham betul konsep siklus akuntansi ini maka anda akan sangat mudah menguasai mata pelajaran akuntansi jasa.

Akuntansi dasar

Pengertian Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Siklus Akuntansi Perusahaan jasa adalah sebuah proses akuntansi yang dimulai dari tahap pencatatan dilanjutkan dengan tahap pengiktisaran dan diakhiri dengan tahap pelaporan yang berlangsung secara terus menerus dari periode satu ke periode selanjutnya dalam operasional perusahaan jasa.

Siklus Akuntansi jasa seperti yang tertulis diatas terdiri dari 3 tahap yaitu tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran dan tahap pelaporan. Nah, ketiga tahap tersebut memiliki langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut atau sistematis. Dibawah ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam siklus akuntansi perusahaan jasa secara lengkap. Silahkan simak dengan baik.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Langkah-langkah dalam siklus akuntansi perusahaan jasa

1. Analisa Bukti Transaksi Keuangan

Siklus Akuntansi dimulai dengan terjadinya transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan, nah traksaksi keuangan tersebut pasti dilengkapi dengan bukti traksaksi keuangan. Bukti traksaksi ini kemudian dianalisa untuk selanjutnya dicatat dalam jurnal umum.

2. Pembuatan Jurnal Umum

Setelah bukti transaksi keuangan dianalisa, maka akan diketahui hasilnya yaitu berupa akun-akun apa saja yang harus dicatat dalam jurnal umum, posisinya debit atau kredit dan berapa jumlah saldonya. Hasil dari analisa bukti traksaksi ini dicatat dalam jurnal umum secara kronologis atau secara urut sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi keuangan tersebut.

3. Posting Jurnal Umum Ke Buku Besar

Setelah melakukan pencatatan kedalam jurnal umum, maka selanjutnya kita memindahkan atau memposting informasi akun beserta saldonya kedalam buku besar secara kronologis. Jadi, setelah kita membuat jurnal umum maka kita langsung memposting jurnal umum tersebut kedalam buku besar masing-masing akun.

4. Pembuatan Neraca Saldo (Trial Balance)

Setelah pempostingan dari jurnal umum ke buku besar, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan neraca saldo atau trial balance. Salah satu fungsi Neraca saldo adalah untuk mengoreksi proses pencatatan yang telah dilakukan dari mulai jurnal umum sampai buku besar (posting). Jika pencatatan yang dilakukan sudah benar maka neraca saldo akan menunjukan saldo total yang balance begitu sebaliknya.

5. Pembuatan Jurnal Penyesuaian

Setelah pembuatan neraca saldo maka melanjutkan proses selanjutnya yaitu pembuatan jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian ini dibuat karena terdapat beberapa akun yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya sampai akhir periode berjalan. Misalnya, diawal periode akun perlengkapan senilai 1000.000 tetap pada akhir periode nilai perlengkapan tersisa 200.000 karena yang 800.000 sudah habis terpakai, nah, kondisi seperti ini perlu dilakukan penyesuaian yaitu dengan pembuatan jurnal penyesuaian.

6. Pembuatan Neraca Lajur / Kertas Kerja

Neraca lajur yang disebut juga kertas kerja ini pada sebenarnya bisa dibuat boleh juga tidak, karena fungsi pembuatan neraca lajur ini hanya untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan saja, dengan kata lain, bagi anda yang sudah mahir akuntansi maka neraca lajur mungkin tidak perlu dibuat.

Neraca lajur dibuat dengan mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian, dari neraca saldo dan jurnal penyesuaian tersebut kemudian dihasilkan kolom neraca saldo disesuaikan. Nah, kolom neraca saldo disesuaikan ini nantinya yang dijadikan dasar dalam pengisian kolom laba-rugi dan neraca pada neraca lajur. Dari data pada neraca lajur ini kita dapat membuat laporan keuangan dengan mudah yaitu dengan melihat kolom neraca dan kolom laba-rugi.

7. Pembuatan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dapat dibuat dengan mudah jika anda sudah membuat neraca lajur atau kertas kerja. Yaitu dengan melihat data di kolom laba-rugi dan kolom neraca. Urutan dalam pembuatan laporan keuangan yaitu : pembuatan laporan laba-rugi, pembuatan laporan perubahan modal, pembuatan laporan neraca dan laporan arus kas.

8. Pembuatan Jurnal Penutup

Setelah proses pembuatan laporan keuangan maka, selanjutnya kita mulai pada langkah-langkah tutup buku, yang dimulai dengan pembuatan jurnal penutup. Fungsi jurnal penutup ini adalah untuk menutup semua akun-akun nominal yaitu akun pendapatan, biaya/beban, rugi atau laba dan prive. Akun-akun tersebut harus ditutup (di enolkan saldonya) karena akun-akun nominal hanya berlaku pada periode tersebut dan tidak berlaku untuk periode selanjutnya, sehingga akun-akun tersebut harus bersaldo enol (0) pada periode selanjutnya.

10. Posting Jurnal Penutup Ke buku besar

Setelah pembuatan jurnal penutup, maka seperti halnya jurnal umum dan jurnal penyesuaian maka jurnal penutup pun harus diposting kedalam buku besar. Setelah jurnal penutup ini diposting ke buku besar maka buku besar akun-akun nominal saldonya akan menjadi enol (0).

11. Neraca saldo setelah penutupan

Neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah pempostingan jurnal penutup ke buku besar, Sehingga dalam neraca saldo penutupan ini tidak ada akun-akun nominal, mengapa? karena sumber dari pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah buku besar, dan dalam buku besar sudah tidak ada lagi akun-akun nominal karena saldonya enol, sehingga tidak perlu ditulis lagi dalam neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo penutup ini disebut juga sebagai neraca awal untuk periode selanjutnya.

12. Pembuatan Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik merupakan jurnal yang dibuat pada awal periode selanjutnya, fungsi dari jurnal pembalik ini adalah untuk membalikan akun-akun yang telah disesuaikan dengan jurnal penyesuaian pada periode sebelumnya yang menimbulkan akun riil baru. Akun-akun yang menimbulkan akun riil baru yang telah dibuatkan jurnal penyesuaian ini perlu dibalik agar tidak terjadi kekeliruan dalam pencatatan pada periode selanjutnya atau untuk mempermudah pencatatan dan menjaga konsistensi dalam pencatatan.

Demikianlah Pembahasan Tentang Siklus Akuntansi Perusahaan jasa yang dapat kami sampaikan pada situs www.mightymatthern.com ini, semoga setelah anda membaca artikel ini anda semakin paham konsep siklus akuntansi jasa, sehingga anda semakin menguasai akuntansi jasa dengan baik.

Leave a Reply